Kamis, 14 Juni 2012

TUGAS ANALISIS FILM


1.      JUDUL FILM           :  DALAM MIHRAB CINTA
NAMA PEMAIN      :  a. Dude Harlino Sebagai Syamsul Hadi
                                       b. Asmirandah Sebagai Silvi
                                       c. Meyda Sefira Sebagai Zinna Ilma (zizi)
                                       d. Boy Hamzah sebagai Burhan
WAKTU & LOKASI :  20.00 WITA di Rumah
2.     
Dalam Mihrab Cinta adalah sebuah film religi yang diangkat dari sebuah novel karangan Habibburrahman El Shirazy. Film ini menceritakan tentang kisah seorang santri bernama Syamsul Hadi. Syamsul adalah seorang pemuda berumur 20 tahun-an yang bertekad menuntut ilmu disebuah pesantren dan dia rela meninggalkan kehidupannya yang nyaman untuk menuntut ilmu disana. Disini dia bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Zizi yaitu puteri pemilik pondok pesantren tempatnya menimba ilmu yang pernah ditolongnya ketika dijambret dikereta, dan kejadian itu membuat mereka menjadi dekat.
Untuk menyempurnakan ilmu agamanya, Syamsul Hadi memutuskan untuk mondok disebuah pesantren di daerah Kediri yaitu pondok pesantren Al-Furqon. Sayang, kehidupan pesantren tidak seperti yang ada dibenaknya selama ini. Burhan teman sekamarnya dipesantren yang selalu terlihat baik didepan Syamsul justru memfitnahnya mencuri, hal ini dikarenakan rasa cemburu Burhan kepada Syamsul karena ke dekatannya Zizi. Tuduhan yang dialamatkan Burhan kepada Syamsul, membuatnya rela menerima perlakuan kasar dari semua santri dipesantren hingga babak belur dan rela rambutnya digunduli sampai habis.
                                                                       



 Tidak itu saja, Syamsul pun diusir secara tidak baik dari pesantren. Saat dia kembali kerumah, keluarganya pun tidak menerimanya dan tidak mempercayainya meskipun dia telah menjelaskan semua kebenarannya kalau dia di fitnah.
Merasa tidak ada yang mempercayainya Syamsul memutuskan untuk hidup dijalanan dan meninggalkan rumahnya. Karena tekanan yang terus menghantuinya akhirnya kali ini dia benar-benar mencopet untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Dalam aksi perdananya, Syamsul tertangkap basah dan dihajar oleh massa. Akibat kejahatannya, Syamsul harus masuk dalam penjara dan berkenalan dengan dua narapidana yang mengajarkan arti totalitas pada profesi. Mau jadi orang baik ya baik sekalian. Mau jadi penjahat ya penjahat sekalian. Dan kabar ini pun sampai kepada keluarganya dan membuat Syamsul semakin dibenci keluarganya kecuali adik dan Ibunya yang tidak percaya sejak awal.
 




Akhirnya Nadia adiknya Syamsul pergi ke Semarang untuk melihat apakah yang dipenjara itu benar kakaknya atau tidak. Dan ternyata memang benar yang Nadia lihat disana itu adalah kakaknya Syamsul, dan Syamsul meminta adiknya untuk mengeluarkannya dari penjara. Nadia pun setuju asal dengan syarat Syamsul harus pulang kerumah dan Syamsul pun menyetujuinya. Tetapi, setelah bebas Syamsul malah lari dan tetap akan tinggal dijalanan dan menyuruh adiknya pulang sendirian.
Setelah keluar Syamsul pun tetap berusaha mencari pekerjaan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari dan tidak mau melakukan kesalahannya yang kemarin, tetapi syamsul tetap tidak mendapatkan pekerjaan sampai uang dalam dompetnya tidak ada yang tersisa. Dan akhirnya dia teringat kata-kata temannya waktu dipenjara dan Syamsul memutuskan untuk mecuri lagi.  Uniknya selama menjadi pencopet, Syamsul mencatat uang dan pemilik yang telah dicopetnya, dengan harapan suatu saat akan mengembalikannya kelak. Ditengah kekacauan dan kegelapan hidupnya ini Allah memberikan jalan baginya untuk bertobat dan mempertemukannya dengan Silvi seorang gadis solehah yang merupakan salah satu korbannya.







Dalam dompet Silvi, Syamsul menemukan foto Burhan dan ternyata Burhan adalah tunangannya Silvi. Mengetahui hal itu Syamsul pun berniat untuk membalas perlakuannya Burhan dulu pada saat dipesantren yaitu dengan cara memberitahu semua kejelekannya Burhan kepada Silvi. Berbekal alamat di KTP Silvi, Syamsul pun mencari rumahnya.  Sesampai di Villa rumah Silvi terjadi hal yang menggelikan, Syamsul malah mendapat kerjaan baru sebagai guru ngaji anak seorang pengusaha kaya.
 



Kebetulan juga Silvi merupakan guru les matematika dari anak pengusaha tersebut. Syamsul pun bertemu dengan ayahnya Silvi, dan Syamsul membongkar keburukan Burhan yang sebenarnya sudah bertunangan dengan wanita lain. Mengetahui hal ini keluarga Sylvie membatalkan pertunangan dan menolak lamaran Burhan.
Sementara itu, merasa gajinya lebih dari cukup, Syamsul mengembalikan semua uang yang telah dicopetnya dan bertaubat berhenti dari kerjaan haram itu. Dia juga berusaha memperbaiki status dengan melanjutkan kuliah. Bakatnya dalam memberikan ceramah dan baik akhlaknya membuat hati Silvi jatuh hati pada Syamsul. Bahkan seorang direktur acara televisi religius di salah satu stasiun TV swasta memintanya menjadi pengisi acara ceramah di program TVnya. Kejadian mengharukan ketika pak kyai dipesantren Syamsul dulu, Keluarga dan orang-orang yang dulu tidak mempercayainya menyaksikan Syamsul menjadi seorang ustadz pengisi materi TV. Begitu juga Silvi yang semakin jatuh hati kepada Syamsul.



Tidak menyangka, Zizi yang dulu pernah ditolong Syamsul juga menaruh hati terhadapnya. Cerita berlanjut menarik ketika konflik antara Syamsul, Silvi dan Zizi. Ternyata orang tuanya Silvi datang menemui Syamsul dan meminangnya untuk Silvi, kemudian Syamsul pun meminta pendapat kepada ibunya. Pada saat itu juga ibu Syamsul memeritahukan bahwa Zizi juga menyukainya. Diantara Silvi dan Zizi, Syamsul pun memilih. Dan pilihanpun jatuh pada Silvi. Persiapan pernikahan pun dimulai, undangan disebar.





Dan ketika Silvi dalam perjalanan mengantarkan undangan, dia mengalami kecelakaan tragis dan meninggal. Duka mendalam dialami Syamsul. Akhirnya, setelah sekian lama, keluarga Zizi menyampaikan niat untuk meminang Syamsul. Syamsul pun menikah dengan Zizi.
3.      Nilai-nilai Religiusnya :
a.       Nilai Pengorbanan :  dalam film ini Syamsul rela mengorbankan kehidupannya yang nyaman demi menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al-Furqon Kediri.
b.      Nilai Keikhlasan tercermin dari Syamsul yang menerima semua perlakuan kasar yang diterimanya dari semua santri dan pengurus Pondok Pesantren dan melupakan kejadian itu setelah semua kebenarannya terungkap serta Syamsul tidak menaruh dendam kepada semuanya.
4.      Hal yang Bertentangan dalam Film DMC :
Ø  Syamsul seorang pemuda yang baik hati dan santri yang taat beribadah ternyata menjadi seorang pencopet demi menyambung hidupnya dalam kerasnya cobaan hidup.
Ø  Nilai Kejujuran yaitu mahalnya sebuah kejujuran yang dilakukan oleh Syamsul yaitu dengan berpura-pura menjadi seorang Ustadz padahal dia seorang pencopet.
5.      Hal-hal yang Perlu dilakukan untuk meningkatkan nila-nilai religius adalah:
a.       Mengajak orang tua dan masyarakat agar bersikap arif bijaksana. “Kalau menemukan orang terutama remaja yang salah, mari kita bantu dengan memberi ruang kepadanya untuk kembali menjadi orang yang baik. Jangan sampai orang yang berbuat salah dan kemudian terjatuh itu malah kita tekan atau injak sehingga makin terbenam dalam lumpur,”.
b.      Memotivasi anak-anak remaja yang pernah berbuat salah  atau khilaf, bahwa mereka bisa kembali menjadi baik. “Kita semua ini tidak ada yang benar-benar  ma’shum (tidak pernah berbuat salah dan dosa), yang paling penting
adalah ketika kita berbuat salah, segera kembali menata diri, bertobat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar