Jumat, 09 November 2012

BELAJAR MEMBACA...



APA ITU THARIQOT? HUBUNGANYA DENGAN ZIKIR APA?

Latar belakang

Bagi orang yang hatinya sudah terpaut dengan yang dicintainya, maka apalah makna yang lainya. Hidup tiada akan indah tanpa yang dicintainya. Dalam keadaan berbaring, duduk, berdiri bahkan dalam kegelisahanya, yang ia harapkan hanyalah bersamasang kekasihnya. Begitupula yang dialami oleh hamba-hamba Allah SWT yang benar-benar mencintaiNya.
Kegelisahanya, kerinduanya yang mendalam ia serahkan pada Allah SWT semata hatta ia tinggalkan dunia ini hanya untuk dekat dengan kemahaan Allah SWT. Maka banyak hamba-hambanya berjala ke arahNya dengan berbagai cara, sehingga dapat ditemukan ada yang berhasil namun tidak sedikit pula yang malah menjauh darinya karena tipu daya musuh abadi kita yaitu setan.
Tarekat merupakan salah satu cara yang diyakini para sufi untuk sampai pada tujuan mereka, yaitu ma'rifatullah. Dengan tarekat banyak orang yang terbimbing untuk menuju Allah SWT namun tidak sedikit pula yang malah tersesat. Karena apa? Karena kita ketahui bersama bahwa tidak semua tarikat itu merupakan turunan dari Rasulullah, adapun tarikat yang diketahui bersanad dari rasul atau para sahabatnya masih perlu diteliti lagi dari hadist-hadist dan perlu diperhatikan tingkat hadist-hadist tersebut., karena kebanyakan tarekat merupakan hasil daya pikir oleh mahluk Allah SWT yang begitu dha'if yaitu manusia.
Tarekat merupakan hal yang ada dalam bertassawuf oleh para sufi. Baik secara personal ataupun yang diorganisasikan bahkan yang diturunkan oleh para murid yang akhirnya menjadi sebuah organisasi tarekat. Dan adapun hubunganya dengan zikir merupakan ha yang identik dalam sebuah tarekat. Namun apakah setiap tarekat memiliki formulasi zikir yang sama? Apakah tergantung pada syaikhunanya atau pendiri tarekatnya.

BAB:II
PEMBAHASAN
Pengertian Tarekat
Tarekat berasal dari bahasa arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti:
1. jalan atau petunjuk jalan atau cara,
2. Metode, system (al-uslub),
3. mazhab, aliran, haluan (al-mazhab),
4. keadaan (al-halah),
5. tiang tempat berteduh, tongkat, payung (‘amud al-mizalah).
Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali (740-816 M), tarekat ialah “metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat”. Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.
Bila ditinjau dari sisi lain tarekat itu mempunyai tiga sistem, yaitu: sistem kerahasiaan, sistem kekerabatan (persaudaraan) dan sistem hirarki seperti khalifah tawajjuh atau khalifah suluk, syekh atau mursyid, wali atau qutub. Kedudukan guru tarekat diperkokoh dengan ajaran wasilah dan silsilah. Keyakinan berwasilah dengan guru dipererat dengan kepercayaan karamah, barakah atau syafa’ah atau limpahan pertolongan dari guru.
Pengertian diatas menunjukkan Tarekat sebagai cabang atau aliran dalam paham TASAUF Pengertian itu dapat ditemukan pada Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naksibandiyah, Tarekat Rifa'iah, Tarekat Samaniyah dan lain-lain. Untuk di Indonesia ada juga yang menggunakan kata tarekat sebagai sebutan atau nama paham mistik yang dianutnya, dan tidak ada hubungannya secara langsung dengan paham tasawuf yang semula atau dengan tarekat besar dan kenamaan. Misalnya Tarekat Sulaiman Gayam (Bogor), Tarekat Khalawatiah Yusuf (Suawesi Selatan) boleh dikatakan hanya meminjam sebutannya saja.
Ada 2 macam tarekat yaitu tarekat wajib dan tarekat sunat.
1.                   tarekat wajib, yaitu amalan-amalan wajib, baik fardhu ain dan fardhu kifayah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. tarekat wajib yang utama adalah mengamalkan rukun Islam. Amalan-amalan wajib ini insya Allah akan membuat pengamalnya menjadi orang bertaq . Paket tarekat wajib ini sudah ditentukan oleh Allah s.w.t melalui Al-Quran dan Al-Hadis. Contoh amalan wajib yang utama adalah shalat, puasa, zakat, haji. Amalan wajib lain antara lain adalah menutup aurat , makan makanan halal dan lain sebagainya.
2.                   tarekat sunat, yaitu kumpulan amalan-amalan sunat dan mubah yang diarahkan sesuawa yang dipelihara oleh Allah dengan 5 syarat ibadah untuk membuat pengamalnya menjadi orang bertaqwa. Tentu saja orang yang hendak mengamalkan tarekat sunnah hendaklah sudah mengamalkan tarekat wajib. Jadi tarekat sunnah ini adalah tambahan amalan-amalan di atas tarekat wajib. Paket tarekat sunat ini disusun oleh seorang guru mursyid untuk diamalkan oleh murid-murid dan pengikutnya. Isi dari paket tarekat sunat ini tidak tetap, tergantung keadaan zaman tarekat tersebut dan juga keadaan sang murid atau pengikut. Hal-hal yang dapat menjadi isi tarekat sunat ada ribuan jumlahnya, seperti shalat sunat, membaca Al Qur’an, puasa sunat, wirid, zikir dan lain sebagainya.

Hubungan antara tarekat dengan wirid dan zikir

Salah satu amalan tarekat adalah wirid/zikir yang dibaca secara teratur dengan disiplin tertentu. Wirid ini diberikan/didiktekan oleh Rasulullah kepada pendiri tarekat tersebut melalui yaqazoh (pertemuan secara sadar/jaga). Fungsi wirid ini adalah sebagai penguat amalan batin pada para pengamal tarekat tersebut. Zikir adlah salah satu hal yang urgen dalam gerakan tarekat. Cara berzikir penganut tarekat meskipun memiliki tujuan yang sama., tapi dalam prakteknya, lafadz-lafadznya atau urutan-urutanya sering sekali berbeda. Maka perbedaan cara zikir inilah yang kemudian menjadi indikator utama perbedaan aliaran dalam tarekat. Perbedaan ini disebabkan rumusan-rumusan dan temuan mengenai formula zikir yang disusun masing-masing pendiri tarekat. Tapi apapun bentuk dan aliranya tujuan semua tarekat adalah untuk ma'rifatullah.1
Dalm hal ini sangat ditekankan posisi guru atau mursyid sebagai pembimbing dalam sebuah tarekat. Muryid sebagai seorang guide yang jika kita analogikan sebagai seorang yang hafal jalan dan pernah melalui jalan itu sehingga jika seorang murid dibimbingnya tidak akan tersesat. Karena jika berjalan atau berzikir sendiri tanpa rhabitoh pada guru, mungkin tidak akan sampai karena tidak tahu jalanya terlebih dapat tersesat. Adapun rhobitoh tadi merupakan wujud dari fungsi mursyid yang bukan hanya sebagai pembibing secara lahiriah. Tapi, juga secara batiniah sebagai mediasi murid dengan Rasulullah SAW dan Allah SWT.
Macam-Macam Tarekat dan Sejarahnya
Sebenarnya perkembangan tarekat berbanding lurus dengan berkembangnya tassawuf karena mengingat bahwa tarekat merupakan salah satu bagian dalam bertasawwuf. Hal ini dapat kita ketahui dari asal mula tarekat itu sendiri dan dari pendirinya yang nantinya akan kita ketahui bahwa mereka adalah juga para sufi. Tarekat berkembang pesat sehingga sangat besar ajumlahnya, yang cukup terkenal di antara banyak tarekat yang pernah muncul sejak abad ke-12 M (6 H). adapun tarekat-tarekat tersebut adalah :
1. Qodiriah, yang didirikan oleh Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani (470-561H). yang mempunyai pengaruh di Irak, Turki, Turkistan, Sudan, Cina, India dan Indonesia.
2. Rifa'iyah, yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad bin Ali Abdul Abbas al-Rifai (wafat 578 H) mempunyai pengaruh di Mesir dan di Irak.
3. Suhrawardiyah, yang diniisbatkan kepada abu al-Najib al-Suhrwardi (490-563 H) dan anak saudaranya Syihabuddin Abu Hafs Umar bin Abdullah al-Suhrawardi (539-632 H)
4. Syaziliyah, yang dihubungkan dengan Abu al-Hasan Ahmad al-Syazili (wafat 686 H), yang pernah bepengaruh di Afrika Utara, Syiria dan negeri Arab lainya.
5. Naqsyabandiyah, yang dihubungkan dengan Muhammad bin Muhammad Bahaudinal- Uwaisi al-Bukhari Naqsyabandi (717-791 H). Memiliki pengikut di Asia Tengah, Turki, India, Cina dan Indonesia.
6. Maulawiyah, yang dihubungkan dengan Syaikh Maulana Jalaluddin Rumi (wafat di Turki 672 H/1273 M) yang berpengaruh pada masyarakat Turki.
7. Syattariyah, dihubungkan kepada Syaikh Abdullah al-Syattiri (wafat di India 663 H/1236 M) yang memiliki pengikut di Indonesia dan India tentunya.2
ada pula sebuah referensi yang yang menyebutkan bahwa ada 170 nama-nama tarekat baik yang pokok atau cabang yang tersebar diseluruh dunia. Namun beberapa diantaraya sudah dianggap sesat atau zindiqiah(menghancurkan islam dari dalam).3 Sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah tarekat itu sangat banyak dan tak dapat dihitung dan jumlahnya sejumlah bintang di langit.4
Tarekat merupakan suatu jalan bagi seorang sufi untuk menuju Allah SWT, dan kebanyakan merupakan buah dari pemikiran manusia, dan oleh karena itu terdapat banya jenis tarekat yang dikembangakan oleh berbeda ulama. Biasanya tarekat yang dikembangkan merupakan cabangan dari tarekat besar yang diformulasikan oleh ulama-ulama besar zaman dahulu dan pada saat ini ada yang masih dan ada yang telah punah.
Sebaiknya dalam menjalani ma'rifatulla hal yang tidak perlu kita lupakan adalah tarekat dari Allah (tarekat wajib) itu sendiri. Jika kita analogikan kita akan bertamu kerumah seseorang, maka tentulah yang tahu secara pasti adalah orang si pemilik rumah itu. Tugas kita hanya mengikuti apa yang telah orang itu tunjuk atau arahkan, sedangkan jika kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengan orang itu dengan membawa buah tangan, tentulah si pemilik rumah itu akan sangat senang. Dan ikutilah tarekat yang diajarkan rasulullah untuk mempersiapkan oleh-oleh kepada Allah bukti kita bermanfaat hidup di dunia ini, yaitu tarekat dakwah.

















DAFTAR PUSTAKA
Al-Hifni, Abdul Mun'im. 1992. al Mausu'ah al-Shufiyah. Mesir. Dar al-Rasyad.
Baraja, Abbas Arfan. Al-Hujjah al-Shati'ah fi Bayan al-Thoriqoh al-Naqsyabandiyah al- Haqqonyiyah.
Malang. (kalangan sendiri).
Simuh. 1996. Tassawuf dan Perkembanganya dalam Islam. Jakarta. Rajawali Press.
H. Abbas Arfan Baraja,Lc.,M.H., “Al-Hujjah al-Shati'ah fi Bayan al-Thoriqoh al-Naqsyabandiyah al- Haqqonyiyah”, (Malang: kalangan sendiri), hlm. 22.
Ibid, hlm. 6-7.
Abdul. Mun'im al-Hifni, “al Mausu'ah al-Shufiyah”, (Mesir. Dar al-Rasyad, cet. 1; 1992), hlm.264-270.
Simuh, “Tasawuf dan Perkembanganya dalam Islam ”, (Jakarta: Rajawali Press, cet. I, 1996), hlm. 40-41

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar